The Shawshank Redemption: Film Terbaik Sepanjang Masa?

oleh | Sep 17, 2019 | Budaya, Film | 0 Komentar

Hai, kawan-kawan pecinta dan penikmat film di mana pun kalian berada! Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengulas sebuah film yang seringkali disebut-sebut sebagai film terbaik sepanjang masa. Mari kita mulai.

The Shawshank Redemption

The Shawshank Redemption adalah film drama Amerika Serikat yang tayang pada tahun 1994. Film ini ditulis dan disutradarai Frank Darabont. Shawshank dibintangi oleh Tim Robbins dan Morgan Freeman. Film ini mendapat nilai 9,3/10 di IMDB. Film Shawshank diadaptasi dari novel Stephen King yang berjudul Rita Hayworth and Shawshank Redemption.

Ulasan The Shawshank Redemption

Singkat cerita, film ini dimulai dengan lagu if i didn’t care yang dibawakan oleh The Ink Spots. Lagu ini diputar oleh Andy Dufresne (Tim Robbins) dalam mobilnya. Dikisahkan Andy merupakan seorang bankir yang menghabiskan hampir dua puluh tahun di Shawshank State Prison (Jadi kalian paham kalau judul film ini diambil dari nama penjaranya, sedangkan arti Redemptionnya kalian bisa cari di kamus :p). Andy dipenjara atas tuduhan pembunuhan istri dan selingkuhannya, meski ia mengklaim tidak melakukannya. Di penjara, ia berteman dengan Ellis Boyd “Red” Redding (Morgan Freeman) dan dilindungi para penjaga setelah kepala penjara memanfaatkannya dalam operasi pencucian uang.

http://images5.fanpop.com/image/photos/30600000/Andy-the-shawshank-redemption-30619689-1045-812.jpg

Bentar kok jadi kaya spoiler ya, hehehe… ok, jadi secara garis besar, film ini tersirat akan nilai-nilai kehidupan misalnya harapan, perjuangan dan persahabatan so kalau kalian mengharapkan adegan-adegan brutal dan sadis antara para napi di dalam penjara layaknya film Shot Caller maka kalian akan kecewa berat, meskipun saya mendapatkan ada kesamaan dalam setiap film yang bertemakan penjara yaitu adanya para homoseksual yang ingin menyodomi para napi baru.

Kok jadi seperti spoiler, ya? Hehehe. Film ini secara garis besar menyiratkan nilai-nilai kehidupan, seperti harapan, perjuangan, dan persahabatan. Jadi, jangan berharap film ini akan memperlihatkan  adegan-adegan brutal dan sadis antara para napi di dalam penjara layaknya film Shot Caller. Namun, dalam setiap film yang bertemakan penjara pasti ada homoseksual yang ingin menyodomi para napi baru.

https://media.golfdigest.com/photos/5b7441293404e637f689c81f/master/w_640,h_400,c_limit/180815-shawshank.jpg

Kelebihan
  • Alur cerita sederhana namun tetap menarik
  • Potongan narasi-narasi dalam film merupakan nilai tambah 
  • Musik di latar belakang sangat mendukung suasana dalam setiap adegan
Kekurangan

Tidak ada

Nilai Keseluruhan

Kesimpulan

Akhir kata, film ini memang layak dikatakan sebagai masterpiece dengan akhir yang sangat sempurna dan bahkan sangat tidak terduga. Tidak heran kalau sampai saat ini belum ada satu judul film pun yang bisa menggeser posisinya di IMDB. Waktu dua jam lebih rasanya tidak sia-sia untuk menyaksikan film ini baik dengan gebetan atau sendirian seperti saya. Meskipun plot maupun alur film ini terbilang sederhana, tetapi saya jamin film ini mampu menyihir kalian semua untuk tetap duduk menyaksikannya sampai akhir.

Sekian dari saya, reviewer yang asal nyeplos dan yang masih dangkal ilmu perfilmannya. Mohon maaf jika ada kesalahan. Semoga ulasan saya bermanfaat dan janganlah pernah berhenti berharap!

Jangan lupa rate, share dan comment ya, guys! Sampai bertemu di ulasan saya yang lain. Terima kasih telah membaca.

Handoko

Handoko

Kontributor